0

Fenomena Perceraian di Kalangan Selebritis

Posted by Unknown on 09.56 in ,

       Saat ini perceraian memang tidak lagi dipandang sebagai sesuatu hal yang memalukan namun sudah menjadi hal yang biasa dalam masyarakat, tidak terkecuali di kalangan dunia selebritis. Rentannya perceraian di kalangan artis sebenarnya bisa diduga dari awal. Gaya hidup merupakan salah satu faktor yang paling berperan dalam menyebabkan karamnya bahtera para artis. Betapa tidak, gaya hidup glamour yang berbiaya tinggi tentu tidak mudah untuk dijalani. Saat penghasilan dari dunia artis berkurang, sementara tuntutan gaya hidup artis tetap tinggi, tak pelak rumah tangga pun jadi terguncang.
      Meski tak semua artis menjalaninya, gaya hidup glamour juga cenderung bersifat permisif. Kecemburuan adalah sesuatu yang tabu dalam dunia artis. Suatu hal yang lumrah seorang artis bercengkerama antara sesama artis bahkan dengan cara yang mesra. Cium kanan cium kiri adalah sesuatu yang tak boleh dicemburui. Pada gilirannya, lama kelamaan hal ini saja akan menimbulkan luka menganga di dalam hati sang pasangan artis. Bagaimanapun, hati manusia tak bisa dipungkiri. Sekecil apapun, terdapat rasa cemburu saat pasangannya bersikap mesra dengan orang lain.
      Menurut saya gaya hidup permisif tersebut pada akhirnya menjadi pintu masuk yang terbuka lebar untuk terjadinya perselingkuhan. Apalagi jika di dalam rumah tangganya sendiri, sang pasangan tak mampu memenuhi gaya hidupnya yang glamour. Saat terjadi perselingkuhan, perceraian pun menjadi solusi yang menyakitkan dan mengorbankan banyak pihak, termasuk anak-anak. Dalam beberapa kasus, anak-anak menjadi rebutan dari orang tua dalam menjalankan hak asuh.
       Popularitas dan kelebihan materi juga menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi dalam diri artis. Kepercayaan diri yang berlebihan juga akhirnya menimbulkan egoisme yang tinggi. Sang artis kurang senang jika gaya hidupnya diatur oleh pasangannya, terutama pasangan yang bukan sesama artis. Apalagi jika penghasilannya lebih besar daripada pasangannya sendiri yang bukan artis. Tak ayal ini, hal ini hanya akan menjadi api dalam sekam. Pada saatnya, perceraian pun tak terhindarkan.
Meski sering terjadi perceraian, para artis juga terkadang seolah tak mau belajar dari pengalaman. Usai bercerai, mereka kembali mencari pasangan yang jauh dari kriteria ideal. Saat kembali menikah, alih-alih bisa menjalani rumah tangga harmonis, mereka kembali dihantam badai perceraian.

Solusi mencegah terjadinya Perceraian
  1. Menenamkan pada diri dan keluarga bahwa perkawinan adalah  komitmen yang serius dan tidak bisa dianggap enteng.
  2. Memastikan bahwa pasangan tahu mereka adalah prioritas utama dalam hidup Anda
  3. Menjaga Komunikasi antar pasangan. Keterbukaan dalam segala hal membantu dalam menghindari permasalahan dalam keluarga.
  4. Mengesampingkan  ego pribadi, tidak merasa diri selalu benar dan selalu menyudutkan pasangan
  5. Mengingat anak dan buah cinta kasih.
  6. Jika mengalami keretakan, mencoba untuk mengenang dan memunculkan memori pada saat menikah dulu
  7. Cemburu dan selingkuh, Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi gara-gara rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya keterbukaan.

"Perceraian tidaklah diharam kan oleh Allah SWT, tapi dibenci oleh-Nya" , mungkin adalah istilah yang sering kita dengar. Walau bagaimana pun sebagai hamba-Nya yang taat kita wajib menjalankan segala perintah yang telah ditetapkan oleh Allah. Karena yang akan menjadi korban dari hasil perceraian adalah anak-anak yang tak tahu menau masalah apa yang sedang dialami oeh kedua orang tuanya. Tapi bilamana suatu hubungan memang sudah benar-benar tidak bisa dipertahankan lagi dan segala macam bentuk solusi sudah tidak bisa lagi menahan terjadinya proses perceraian, mungkin percerain di pengadilan agam adalah hal yang terbaik walau tidak disukai oleh Allah SWT.


0

Menjadi Mahasiswa Sukses, Gampang Kok!!!

Posted by Unknown on 21.50 in ,


Setiap orang mempunyai anggapan dan pendapat yang berbeda-beda tentang mahasiswa. Ada sebagian orang yang beranggapan kalau menjadi mahasiswa itu gampang. Tinggal datang ke kampus, mendengarkan materi, terus pulang. Empat tahun lagi tinggal wisuda,terua selesai. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa menjadi mahasiswa itu sangat-sangat susah. Perlu belajar yang serius, setiap hari tempat kebiasaannya di perpustakaan, membawa buku yang tebal-tebal, setiap hari begadang untuk mengerjakan tugas, dll.



0

Hanya Darimu Ibu

Posted by Unknown on 21.08 in ,

 Ibu..
Andai peluhmu sewaktu menimangku dapat kuseka dengan
rasa maafku..
Mungkin tak cukup walau diri ini memohon maaf atas
segalanya..

Kenapa aku dulu begitu berani akan dirimu..
Ibu.. Setiap jejak langkah berat bebanmu ketika
merawatku..
Tak kurasakan sekarang dalam hidupku..
Masih pantaskah aku harus durhaka kepadamu.
Masih pantaskah aku harus mengatakan tidak akan
permintaanmu..

Ibu..
Setiap nafas yang kau hembuskan, usaha berat engkau
anggap ringan..
Hanya untukku, untukku agar tetap bertahan dalam sebuah
kehidupan..

Ibu..
Sepanjang jalan dan tak akan pernah putus kasih
sayangmu..
Namun dariku, hanya sepanjang galah yang terkesan
semu..

Ibu..
Terimakasih untuk adamu..
Terimakasih untuk kasih sayangmu..
Terimakasih telah memaafkanku..
Terimakasih untuk kehidupan yang engkau usahakan
untukku..

Anakmu..
Hanyalah setitik debu penuh kesalahan..
Hanyalah sebatang ranting rabuh di atas dahan..
Hanyalah semut kecil di tengah hutan..
Yang akan tersesat tanpa genggaman hangat seorang
penyayang sepertimu Ibu..

Anakmu..
Yang hanya tau menuntut tak patut..
Yang hanya tau merengek tak sopan..
Yang hanya tau dirinya sendiri tanpa takut..
Tanpa takut menyakitimu wahai sang sandaran..
Jiwa dan hatiku. Hidup dan jalanku..

Terimakasih Ibu.. Untuk setiap air susu yang mengalir
dalam darahku..
Tanpanya.. Aku tak akan pernah mampu menghirup udara
kehidupan..
Berteman dengan alam, mengarungi nafas dunia
bersamamu..
Terimakasih karena selalu menyayangiku..

Hanya darimu Ibu..
Kudapatkan selimut kasih sayang tanpa batas dan
balasan..
Ya Allah.. Kuatkan langkah Ibuku..
Selalu beri Ia kebahagian atas segala Ridhomu..
Amin.

Sumber: Pribadi

0

Supra-X 125R: Motor Kesayangan Pemberian Ayah

Posted by Unknown on 20.29 in ,

Bicara tentang kendaraan pribadi kesayangan mungkin setiap orang memiliki kendaraan yang berbeda-beda, mungkin ada yang memiliki mobil kesayangannya, motor gede kesayangannya, atau vespa antiknya.

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit kisah pengalaman saya bersama "Atang" alias motor Supra-x 125CW. Saya pertama kali dibelikan motor itu saat awal masuk Sekolah Menengah Atas. Alasan Bapak membelikan saya motor agar bertujuan untuk memudahkan saya pergi esekolah, mengingat letak sekolah saya yang terbilang cukup lumayan jauh dari rumah. Senang rasanya bisa memiliki motor pribadi, yang biasanya selalu meminjam motor bapak atau kakak tapi kali ini wah sulit diungkapkan dengan kata-kata (walaupun setelah 2 minggu biasa saja sih hehe).

Hari demi hari pun banyak saya lewati dengan Atang. Atang? Ya itu adalah panggilan kesayangan untuk motor saya. Entah bagaimana tiba-tiba terbesit dalam pikiran saya untuk memberinya dengan sebutan  "Atang". Nama ini terbukti cukup ampuh, selama hampir 4 tahun saya kemana-mana menaiki Atang tidak pernah ada keluhan selama di jalan, baik itu ban bocor, motor mogok, dll.

Pengendara terbilang cukup tampan (maksudnya saya), kendaraan ya lumayan kece lah walau nuka motor gede hehe), tentu tidak lengkap bila belum pernah memberi tumpangan kepada wanita cantik. Bisa dibilang sudah puluhan wanita cantik yang sudah saya boncengi menggunakan Atang.

Tentu banyak sekali cerita-cerita menarik selama bertahun-tahun yang telah saya lewati bersama motor kesayangan saya, Atang. Sampai kuliah saat ini pun Atang masih suka saya kendarai kemana-mana, baik perjalan dekat ataupun jauh, Saya terbilang cukup apik dalam merawat motor, kondisi motor selalu terjaga karena tidak pernah telat servis, dan kebersihan  motor pun selalu terjaga, karena saya tipikal orang yang tidak betah melihat kendaraan dirumah kotor baik itu mobil maupun motor.

Saya selalu berharap semoga motor kesayangan saya ini selalu awet, tidak ada masalah atau petaka apapun yang bisa memisahkan saya dan Atang. Karena bagaimana pun benda kesayangan yang selalu kita jaga pasti akan menjadi saksi untuk kehidupan kita di kemudian hari.

Bagaimana dengan Anda? apa ada kendaraan kesayangan?

Sekian yang dapat saya ceritakan tentang sedikit motor kesayangan saya, Atang. Semoga cerita saya di atas dapat mengispirasi Anda.

1

Sebongkah Cita-cita dan Impian-Ku

Posted by Unknown on 20.26 in ,

     
      Setiap orang pasti mempunyai cita-cita dan impian. Sewaktu kecil, biasanya cita-cita orang hampir seragam, yaitu ingin menjadi dokter, ingin menjadi pilot, dan sebagainya. Entah kenapa, cita-cita menjadi dokter begitu populer di kalangan anak-anak di Indonesia. Tapi seiring berlarinya waktu, orang semakin terbuka pandangannya mengenai cita-cita. Beberapa berusaha untuk meraihnya, sedangkan yang lainya terpaksa melepas cita-citanya karena keadaan tertentu. Saya sendiri mulai berpikir rasional mengenai cita-cita ketika menginjak masa SMP dan semakin kuat serta yakin ketika menjadi siswa SMA. Apalagi menjelang akhir SMA.

       Cita-cita saya awalnya adalah menjadi seorang arsitek. Saya gantungkan cita-cita tersebut karena terinspirasi dari para arsitek-arsitek yang luar biasa. Bagi saya, menjadi seorang arsitek adalah keren. Tidak peduli bagaimana pendapat orang tentang arsitek, saya tetap ingin menjadi seorang arsitek. Banyak pendapat orang tentang profesi arsitek, diantaranya saingan lapangan pekerjaan sulit, lebih cocok untuk perempuan, sering jadi kambing hitam gagalnya pembangunan suatu gedung, dan sebagainya. Saya tidak peduli dengan pendapat negatif tersebut karena yang saya lihat dari arsitek tidak demikian. Mereka memiliki penghasilan yang cukup untuk menafkahi keluarganya dan hidup sejahtera. 
 
       Beberapa siswa SMA tingkat akhir biasanya galau menentukan akan melanjutkan kemana setelah lulus. Di sinilah cita-cita dan impian berperan. Biasanya perguruan tinggi menyediakan jurusan dan program studi yang sesuai dengan pekerjaan yang ingin dijalani setelah lulus. Walaupun sebenarnya tidak selalu berkorelasi antara jurusan/program studi yang diambil dan pekerjaan yang dijalani nantinya setelah lulus. Setelah tamat SMA, saya dengan mantap memilih Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai tempat belajar selanjutnya, karena memang sesuai dengan cita-cita saya, yaitu menjadi seorang arsitek.

       Tapi takdir berkata lain, semua usaha dan upaya yang saya lakukan untuk bisa masuk di jurusan tersebut tidaklah membuahkan hasil. Banyaknya peminat pada jurusan tersebut membuat persaingan pun sangat ketat. Saya mencoba lagi melalui tes seleksi masuk perguruan tinggi yang lain, seperti Jalur Mandiri, UMB-PTN, dll. Jurusan yang saya ambil pun tetap sama, yaitu Teknik Arsitektur, Tuhan berkehendak lain, sekeras apapun usaha yang saya lakukan tapi jika Tuhan tidak mengkehendaki tetaplah tidak akan berhasil. Mungkin Tuhan punya rencana lain untu saya, dan saya yakin bahwa pilihan Tuhan adalah yang terbaik.

       Akhirnya saya pun mecoba tes di Universitas Gunadarma, ya, itu adalah universitas swasta. jelas bukan tujuan yang saya rencanakan sebelumnya, karena universitas negeri adalah prioritas utama saya. disana saya tidak mencoba jurusan Teknik Arsitektur, melainkan Teknik Industri. Alhamdulillah saya diterima dengan grade A dengan kategori memuaskan. Dalam hati kecil saya mungkin ini adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk saya.
 
       Cita-cita mungkin bisa berubah ketika menjalani kuliah. Karena durasi kuliah yang relatif lama memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terus berpikir. Dari sinilah muncul impian-impian. Impian lebih dari sekadar cita-cita dan bersifat lebih spesifik. Awalnya, cita-cita saya adalah menjadi seorang arsitek, tapi seirin waktu yang berjalan nampaknya saya harus membuka mata lebar-lebar bahwa saya harus fokus pada apa yang ada didepan mata saya saat ini. Jurusan Teknik Industri bukanlah jurusan yang buruk, disini kita diajarkan untuk menjadi seorang engineer atau bahkan menjadi manajer suatu perusahaan. Rencana saya saat ini adalah ingin menyelesaikan kuliah S-1 saya dengan tepat waktu.

       Saat ini, saya menjalankan bisnis kecil-kecilan. Saya memiliki bisnis usaha online, bisnis usaha ini tentu dituntut mempunyai skill dalam bidang teknologi dan keluwesan dalam bertutur kata. Tuhan tidaklah tidur, dari sini mata hati saya mulai terbuka bahwa tidak diterimanya saya di jurusan Teknik Arsitektur adalah tepat. Bakat saya memang berbisnis jualan seperti ini, mungkin dengan jurusan yang sedang saya lakoni yaitu Teknik Industri ini akan dapat membawa dampak yang besar untuk kehidupan saya nanti. Bukan tidak mungkin dengan modal ilmu yang saya dapat di jurusan Teknik Industri, akan menunjang bisnis usaha online menjadi lebih maju, atau mungkin saya akan menjadi Enterpreneur muda yang mempunyai lapangan pekerjaan sendiri. Tidak mustahil bukan? Selama ada niat dan kemauan, segalanya bisa diraih, dan ingat bahwa Tuhan akan selalu mengiringi setiap hambanya yang mempunyai niat yang tulus dalam melakukan pekerjaan.

       Itulah cita-cita dan impian saya yang saya bangun sejak saya menjadi siswa sekolah menengah pertama hingga sekarang ketika saya menjadi seprang mahasiswa di jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma. Bagaimana dengan Anda?

Copyright © 2009 Welcome To My Blog!!! All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.