Tampilkan postingan dengan label Tata Tulis dan Komunikasi Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Tulis dan Komunikasi Ilmiah. Tampilkan semua postingan
0

Tugas 2: Karangan Ilmiah dan Analisis

Posted by Unknown on 08.58 in ,

Karangan Ilmiah
       Menurut Brotowidjoyo, karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuanyang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).
       Karangan Ilmiah atau yang sering disebut karya ilmiah adalah karangan yang dibuat berdasarkan cara yang sistematis dan memiliki ciri-ciri tertentu. Demikian juga karangan non ilmiah memiliki ciri khasnya tersendiri. Lalu bagaimana membedakan satu sama lainnya, di dalam tulisan ini akan dijelaskan bagaimana membedakan antara semua jenis karangan tersebut.

Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah antara lain:
1.  Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar,
yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung
dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi
(paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

Ciri – Ciri Karya Ilmiah:
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
a. struktur sajian
      Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b. komponen dan substansi
     Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c. sikap penulis
       Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. penggunaan bahasa
       Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Selain ciri-ciri diatas karangan ilmiah juga mempunyai ciri-ciri, antara lain:
·         Kejelasan. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
·         Kelogisan. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
·         Kelugasan. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
·         Keobjektifan. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
·         Keseksamaan. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
·         Kesistematisan. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
·         Ketuntasan. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Macam – macam karangan ilmiah:
Ada berbagai macam karangan ilmiah, berikut diantaranya :
·         Laporan penelitian. Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
·         Skripsi. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
·         Tesis. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
·         Disertasi. Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
·         Surat pembaca. Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
·         Laporan kasus. Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.

2. Karangan Semi Ilmiah
       Karangan semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi-formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
·         Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
·         Fakta yang disimpulkan subjektif;
·         Gaya bahasa formal dan popular;
·         Mementingkan diri penulis;
·         Melebih-lebihkan sesuatu;
·         Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.
       Jenis karangan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.

3. Karangan Non Ilmiah
       Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri Karya Tulis Non-Ilmiah:
·         Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
·         Fakta yang disimpulkan subyektif.
·         Gaya bahasa konotatif dan populer.
·         Tidak memuat hipotesis.
·         Penyajian dibarengi dengan sejarah.
·         Bersifat imajinatif.
·         Situasi didramatisir.
·         Bersifat persuasif.
·         Tanpa dukungan bukti.
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.


 Contoh Karangan:

Jabodetabek Tidak Lagi Menarik
 (Karangan Semi-Ilmiah)

      Bogor, Kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi adalah pilihan investor di bandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Kendati luas 0,03 persen dari luas wilayah nasional, pada tahun 2009, kawasan ini menyumbangkan 5,78 persen dari produk domestik regional bruto nasional. Selain itu dorongan dari pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga menetapkan Jabodetabek sebagai lokasi investor terbesar.

      Dalam jangka panjang Jabodetabek bisa tidak lagi menjadi menarik bagi investor. Hal ini disebabkan akumulasi dari penurunan daya dukung lingkungan serta tidak meratanya akses terhadap aktivitas ekonomi yang meningkatkan kemiskinan, kriminalitas, dan konflik sosial. Pertumbuhan lahan terbangun di Jabodetabek yang tidak terkendali mengonversi kawasan pertanian dan kawasan lindung sehingga membuat daya dukung kawasan menurun.

      Hal itu, antara lain, terlihat dari luas ancaman banjir di kawasan Jabodetabek yang terus menaik pada tahun 2000, sebanyak 102 desa di Jabodetabek yang terkena banjir, tahun 2008 sudah mencapai 644 desa terkena banjir. Selain itu infrastruktur juga tidak efisien sehingga menimbulkan kemacetan dan kekumuhan yang semakin parah setiap tahun.

      Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efisien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir, membuat resapan air yang penanaman pohon atau pembuatan sumur resapan untuk mengurangi laju luncuran air kepermukaan dan pemerintah daerah lebih meningkatkan infrastruktur jalur kendaraan agar kemacetan bisa di tuntaskan dengan memberikan lahan parkir, pejalan kaki, pedagang kaki lima, menghilangkan kekumuhan dengan mendatangi dan memberi pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan.

      Dengan infrastruktur yang bagus maka kawasan Jabodetabek akan selalu menarik investor dan memperbaiki aktivitas ekonomi. Selain itu bisa memberi contoh kepada daerah lain untuk meningkatkan daya tarik investor, agar setiap daerah berkembang dan juga mengurangi kemiskinan.

Data Analisis Karangan:

1.  Penggunaan kata
Artikel tersebut sudah disusun dengan kata-kata yang cukup baku. Tapi tidak ada frasa atau pengindahan kata dalam artikel tersebut.

2. Penggunaan gaya bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam artikel tersebut bisa dibilang cukup tegas dan tidak bertele-tele. 

3. Penggunaan kalimat efektif
Masih terdapat beberapa kalimat yang masih rancu dan kurang efektif, yaitu:

... Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efisien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir, membuat resapan air yang penanaman pohon atau pembuatan sumur resapan untuk mengurangi laju luncuran air kepermukaan dan pemerintah daerah lebih meningkatkan infrastruktur jalur kendaraan agar kemacetan bisa di tuntaskan dengan memberikan lahan parkir, pejalan kaki, pedagang kaki lima, menghilangkan kekumuhan dengan mendatangi dan memberi pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan.

Perbaikan:

...  Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efisien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir.

Note:
Pada paragraf tersebut tidak harus ditulis panjang lebar, karena denga menuliskan kalimat yang telah diperbaiki, sudah dapat mewakili apa yang dimaksud.

0

Tugas 3: Contoh Laporan Ilmiah

Posted by Unknown on 07.58 in ,
Laporan Praktikum Fisika Dasar
Osilasi

 
 Disusun oleh:

                                                  Nama                    : Yoga Pria Nugraha
                                                  NPM                     : 39413460
                                                  Hari, Tanggal        : Sabtu, 30 November 2013



UNIVERSITAS GUNADARMA

Jalan Akses UI Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Telepon (021) 8719525



Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
      1.1 Tujuan Penelitian   ......................................................
      1.2 Landasan Teori   ..........................................................

BAB II PENGAMATAN
      2.1 Alat dan Bahan   .........................................................
      2.2 Langkah Percobaan   ..................................................
      2.3 Hasil Pengamatan

BAB III PENUTUP
      3.1 Kesimpulan   ..............................................................
    


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Penelitian

      a. Menentukan konstanta pegas
      b. Menentukan konstanta pegas ekuivalen

1.2 Landasan Teori

      Osilasi adalah variasi periodik terhadap waktu dari suatu hasil pengukuran, contohnya pada ayunan bandul. Istilah vibrasi atau getaran sering digunakan sinonim osilasi, walaupun sebenarnya vibrasi merujuk pada jenis spesifik osilasi, yaitu osilasi mekanis. Osilasi tidak hanya terjadi pada suatu sistem fisik, tapi bisa juga pada sistem biologi dan bahkan dalam masyarakat. Osilasi terbagi menjadi 2, yaitu osilasi harmonis sederhana dan osilasi harminis kompleks. Dalam osilasi harminis terdapat gerak harmonis sederhana.

BAB II
PENGAMATAN

2.1 Alat dan Bahan

      a. Pegas
      b. Statip
      c. Stopwatch
      d. Mistar
      e. Dudukan pegas
      f. Beban

2.2 Langkah Kerja 
  1.  Menggantung pegas pada statip dan menggantungkan beban (m) dan mengukur panjang pegas (L)
  2. Menambahkan beban m1 dengan mengukur kembali panjang pegas
  3. Menambahkan lagi beban m2, m3, dan m4 dengan melakukan kembali seperti langkah yang ke-2
  4. Melakukan seperti langkah yang ke-2 dan yang ke-3 untuk masing-masing pegas lainnya.
2.3 Hasil Pengamatan
 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatn yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
    a. Semakin besar nilai dari massa (m) maka semakin besar nilai dari L
    b. Konstanta pegas untuk rangkaian paralel lebih besar dari konstanta pegas untuk rangkaian seri
    c. Pertambahan panjang berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda dan arah yang .       berlawanan dengan arah gaya pemulih pada pegas.

0

Tugas 4: Contoh Surat Lamaran Kerja dan Daftar Riwayat Hidup

Posted by Unknown on 06.29 in ,
                                                                                                      Bogor, 25 November 2013
                                                                             
Hal : Lamaran Pekerjaan  
Kepada Yth.
HRD Manajer
PT. Bumi Prakarsa
Jl. Cendrawasih 32
Jakarta

Dengan hormat,
Sesuai dengan informasi lowongan pekerjaan dari PT. Bumi Prakarsa yang termuat di harian Kompas tanggal 20 November 2013. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Bumi Prakarsa.

Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama                                       : Yoga Pria Nugraha
Tempat, Tanggal. Lahir           : Klaten, 3 Oktober 1994
Pendidikan Akhir                    : Kuliah Strata 1 (S1)
Alamat :                                  : Jalan Kolonel Enjo Martadisastra 24B, Bogor
Telepon (HP)                           : 085678879889
E-mail                                      :
yogaprianugraha@ymail.com
Status Perkawinan                   : Belum Menikah


Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dapat bekerja bersama tim, memiliki semangat kerja yang tinggi, jujur, disiplin dan dapat berbahasa Inggris dengan baik . Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Word, Excel, Acces, PowerPoint, OutLook dan beberapa software kantor lainnya. 

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan:
1. Daftar Riwayat Hidup
2. Foto copy ijazah S-1 dan transkripsi nilai
3. Foto copy sertifikat kursus/ pelatihan
4. Pas foto terbaru.

Saya berharap Bapak/ Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan  kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebiht terperinci tentang yang saya miliki.

Demikian surat lamaran ini, terima kasih atas perhatian Bapak/ Ibu.


                                                                                                    Hormat saya,

                                                                                                 Yoga Pria Nugraha




DAFTAR RIWAYAT HIDUP




Data Pribadi

Nama                                       : Yoga Pria Nugraha 

Tempat, Tanggal. Lahir           : Klaten, 3 Oktober 1994
Pendidikan Akhir                    : Kuliah Strata 1 (S1) 
Alamat                                    : Jalan Kolonel Enjo Martadisastra 24B, Bogor 
Telepon (HP)                           : 085678879889
e-mail                                      : yogaprianugraha@ymail.com

Agama                                     : Islam
Kewarganegaraan                   : Indonesia

Latar Belakang Pendidikan

Formal 
2000-2007                   : SDN Kedung Badak 1 Bogor
2007-2010                   : SMPN 5 Bogor
2010-2013                    : SMAN 8 Bogor
2013-sekarang              : Universitas Gunadarma

Non Formal
2005-2007                    : Kursus Bahasa Inggris di National English Center
2011-2012                   : Kursus Komputer dan Pemrograman di Computer Basic Program

Kemampuan
  1. Kemampuan mengoperasikan Microsoft Office seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Powerpoint, Microsoft Access, Microsoft Outlook dan Internet.
  2. Kemampuan berbahasa Inggris
  3. Kemampuan dalam  memanage pekerjaan dengan baik

Prestasi
  1. Juara 1 lomba olahraga cabang sepakbola antar provinsi
  2. Juara harapan 1 lomba komputer tingkat kota
  3. Juara 2 lomba cerdas cermat tingkat kota
 

Copyright © 2009 Welcome To My Blog!!! All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.